- Kebutuhan untuk dihargai
- Kebutuhan untuk dipercaya
- Kebutuhan untuk dipuji
- Kebutuhan untuk menjadi populer
Beberapa kebutuhan-kebutuhan tersebut sering terbawa kedalam lingkup pekerjaan, dan tak jarang untuk mendapatkan hal-hal tersebut, secara tidak sadar seseorang akan "menerobos" etika yang seharusnya diterapkan dalam lingkungan kerja, dengan dalih bahwa itu adalah sebuah Prinsip atau Idealisme seseorang dalam bersikap.
Sebaiknya dalam bekerja anda harus menerapkan beberapa prinsip dasar untuk tetap menjaga etika saat bekerja :
1. Belajar menghargai rekan sekerja
- Mulailah hargai waktu-waktunya, ide-idenya, keputusan-keputusannya. Sekalipun anda tidak setuju dengan cara dan sikapnya, jika itu hanya bersifat personal, lebih baik tidak mengkritiknya terlalu dalam dan jangan berlagak seakan-akan anda lebih "dewasa" dalam pengalaman
2. Belajar untuk menghormati privasi orang lain
- Apapun yang terjadi dalam pekerjaan rekan anda, terlepas betul atau tidak, ada baiknya biarkan rekan anda yang belajar dari kesalahan untuk bertanggung jawab menyelesaikannya sendiri, kecuali anda diminta membantunya. Sebuah kesalahan besar adalah ketika anda mencoba memecahkannya dengan harapan atasan anda akan memberikan apresiasi terhadap anda atas upaya anda. Tetapi perlu dilihat, apakah usaha yang anda lakukan tersebut akan memojokan rekan anda atau tidak? Apakah rekan anda merasa terbantu atau bahkan terusik?
- Kebijakan-kebijakan yang dilakukan oleh rekan anda, adalah sebuah kebijakan privasi, dasarnya kita memang tidak perlu mengetahui, sekalipun sepintas terlihat merugikan perusahaan. Yakinlah, tidak ada seorangpun dengan sengaja mempertaruhkan reputasi jabatan atau posisinya dengan membuat kebijakan-kebijakan yang merugikan perusahaan. Jika anda melihat dia salah, biarkan dia belajar dari kesalahannya dan tumbuh menjadi lebih baik lagi. Sekali lagi, anda tidak perlu menjadi orang yang sangat idealisme dalam wilayah orang lain
3. Belajar untuk mengerti "mood" rekan kerja
- Intensitas pertemuan anda dengan teman sangat menentukan sejauh mana anda mengenal orang tersebut. Cobalah jangan melakukan sesuatu yang bertolak belakang dengan "mood" rekan anda. Contoh, rekan anda sedang tidak ingin bercanda, tetapi karena anda adalah seorang yang periang dan senang "guyon", maka tanpa sengaja anda melemparkan candaan-candaan ringan kepadanya. Bisa ditebak, mungkin rekan anda tersenyum, atau malah marah kepada anda, tetapi pada dasarnya, seseorang yang ingin berdiam, berarti dia memang ingin berdiam. Ingatlah, ada waktu untuk berdiam, ada waktu untuk bercanda, ada waktu untuk tertawa, ada waktu untuk menangis, segala sesuatu ada waktunya. Anda'pun pasti demikian. Coba untuk berempati dan mengajak komunikasi rekan anda sesuai "mood"nya dia saat itu.
4. Bekerjalah seperti biasa, sekalipun ada bos
- Cari muka! Inilah kata-kata yang sering terpikirkan bahkan dilontarkan oleh banyak pekerja, ketika melihat rekannya bekerja seperti tidak biasanya ketika ada bos didekatnya, dan tidak jarang yang "menyudutkan" rekan sendiri ketika bos bertanya sesuatu.
- Cobalah bertanggung jawab atas pekerjaan anda, terlepas ada bos atau tidak. Orang yang begitu ingin menunjukan eksistensinya ketika ada bos, bisa dipastikan kredibilitas kerjanya sehari-hari kurang begitu baik. Logikanya, jika tanggung jawab sehari-hari dikerjakan dengan baik, pasti bos anda'pun akan mengetahui hal tersebut, tanpa harus dibuat-buat.
- Jika memang terpaksa anda harus menghadapi bos yang mengharuskan anda "over acting" ketika didekatnya, pikirkan dan perhatikan sekeliling anda, apakah tingkah dan sikap anda tersebut akan merugikan rekan anda atau bahkan menyinggung perasaan rekan anda? Ini perlu dijaga!
Ke-empat hal diatas sebenarnya dilakukan untuk apa? Ya, hanya untuk mendapatkan sebuah Penghargaan, Kepercayaan, Pujian dan Ketenaran/Dikenal. Secara tidak langsung cara-cara tersebut bisa merugikan rekan kerja anda. Cobalah dapatkan penghargaan, kepercayaan, pujian dan ketenaran, dengan cara yang tepat. Selesaikan semua tanggung jawab yang sudah menjadi tugas anda dengan baik, maka semuanya akan mengikuti anda.
Tidak perlu menjadi hebat dengan mengorbankan rekan kerja anda, tidak perlu menjadi hebat dengan mempermalukan kebodohan rekan kerja anda, tidak perlu menjadi hebat dengan mencari kesalahan orang lain...
HEBATLAH KARENA ANDA BERHASIL MENYELESAIKAN SEMUA TUGAS ANDA DENGAN BAIK
Tidak ada komentar:
Posting Komentar