Translate

Kamis, 08 Januari 2015

10 Tips baik ditempat kerja

Sukses di tempat kerja merupakan keinginan semua karyawan, apalagi jika diberi kesempatan yang luas untuk menduduki jabatan yang tertinggi. Namun hal itu tidak mudah untuk dicapai karena diperlukan banyak hal yang harus dikuasai dan dijalankan baik pada diri sendiri maupun bersama rekan, bawahan dan atasan.

Berikut ini adalah hal-hal / faktor-faktor yang dapat mengantar kita pada kesuksesan / keberhasilan di tempat kerja kita dari organisasi.org :

1. Disiplin Tinggi

Hal mulai dari seragam pakaian, ketaatan waktu mulai kerja dan pulang kerja, waktu istirahat, tepat waktu dalam menjalankan tugas atau perintah, tidak membuat kericuhan serta mentaati segala aturan yang berlaku merupakan contoh dari menjunjung kedisiplinan dalam bekerja.

2. Mampu Mengendalikan Diri

Jadikan emosi kita sebagai pemacu kinerja kerja kita daripada hanya merusak hubungan kita dengan orang lain. Emosi bisa beracam-maca mulai dari perasaan marah, benci, dendam, sedih, takut, dan sebagainya. Bertindaklah yang wajar walaupun emosi anda sedang kacau kerena berbagai faktor. Sabar, mampu menganalisis situasi kondisi dan tidak bertindak gegabah merupakan hal yang baik dari pengendalian diri di kantor.

3. Mampu Bekerja Sama Dalam Tim

Kemampuan membagi tugas dengan rekan kerja, berkoordinasi dengan bawahan dan atasan, saling mengisi kekurangan, saling bahu-membahu, tidak saling menjatuhkan, bersaing secara sehat, memiliki komunikasi yang aktif dan sehat merupakan beberapa hal yang dapat membuat tim kerja menjadi baik.

4. Tahan Banting Dan Sehat

Kemampuan untuk bekerja di bawah tekanan besar, dikejar-kejar target/dead line, mampu bekerja di luar jam kerja, dimarahi atasan, tegar menghadapi berbagai persoalan pelik, tidak mudah jatuh sakit, tidak mudah stres akan sangat menunjang kesempurnaan hasil kerja kita.

5. Memiliki Kemampuan Berpikir Yang Baik

Mampu bekerja tanpa harus selalu diajari orang lain, mampu mengidentifikasi input, melaksanakan proses dan menghasikan output yang diharapkan kantor dalam bekerja, mampu mengatasi konflik, bersikap dewasa, mampu fokus/konsentrasi penuh pada penyelesaian pekerjaan yang diberikan, wawasan dan jaringan luas, mempunyai daya ingat dan runtun berpikir yang baik akan menunjang keberhasilan kita di perusahaan tempat kita bekerja.

6. Kreatif Dan Inovatif

Ciptakan hal-hal yang baru dan segar yang dapat menunjang aktivitas kerja kita serta mampu membuat pencapaian target tercapai dalam waktu singkat atau waktu kerja menjadi lebih singkat terselesaikan. Mampu memberikan masukan-masukan bermanfaat akan membuat perusahaan dan atasan memperhitungkan kita.

7. Mampu Mencapai Target

Sedari mula buat perencanaan yang baik dalam pencapaian target yang diberikan dan buat time line jadwal dari tahap-tahap pekerjaan yang harus dilewati agar nantinya tidak terburu-buru di akhir tenggat waktu dan terlalu santai di awal waktu. Di tengah jalan pun kita harus mampu mengubah rencana, metode dan langkah kerja bila diperlukan. apabila target yang diberikan mustahil anda gapai walaupun segenap tenaga, waktu dan pikiran anda curahkan, maka bicarakan baik-baik pada atasan agar meninjau kembali target yang diberikan beserta alasan-alasan logis yang dapat diterima pimpinan.

8. Menghormati Dan Menghargai Orang Lain

Hargailah orang-orang yang ada di sekitar kita karena mereka mungkin saja akan dapat membantu pekerjaan kita baik secara langsung maupun tidak langsung. Office boy, caraka, cleaning service, satpam, orang kantin, petugas parkir, pegawai kantor lain, penduduk sekitar, dan lain-lain merupakan pihak yang perlu kita hargai dan hormati serta kita anggap seperti teman sendiri agar ketika kita ada kesulitan mereka akan membantu kita dengan senang hati tanpa diminta.

9. Itikad Baik

Bekerjalah dengan senang hari untuk membangun dan mencapai tujuan perusahaan. Jangan terlalu banyak menuntut hak kita jika kewajiban kita banyak yang kita lalaikan. Pelajari dan laksanakan segala peraturan, pedoman kerja serta budaya perusahaan. Jangan mudah terprovokasi dan diiming-imingi materi untuk membocorkan rahasia perusahaan atau pindah ke perusahaan lain. Bekerjalah dengan baik dan setia apabila perusahaan telah memberikan apa-apa yang kita butuhkan. Terlalu rakus, materialistis, menghalalkan segala cara dan hidup berlebihan akan dapat menghancurkan karier kita. Syukuri dan bersyukur atas apa yang telah kita peroleh akan membuat kita semakin bahagia lahir dan batin.

10. Mampu Belajar, Mengamati dan Mengevaluasi

Selain bekerja kita sebaiknya terus belajar dari pengalaman diri sendiri serta pengalaman orang lain dan juga dari berbagai referensi yang mampu meningkatkan kinerja kita. Kita harus mampu melihat dan membaca situasi dari awal hingga akhir agar dapat membandingkan serta melakukan evaluasi untuk memperbaiki yang kurang baik dan mengembangkan yang sudah baik.

----------

Faktor-faktor penunjang sukses di kantor di atas mungkin secara keseluruhan tidak dapat anda kuasai. Tapi minimal anda kembangkan kelebihan anda dan minimalisir kekurangan anda. Faktor di atas tidak dipengaruhi oleh latar belakang pendidikan, ras, agama, keturunan, kondisi ekonomi, dan sebagainya. Orang yang berasal dari kelaurga mampu, lulusan S3 dan anak dari mantan presiden direktur belum tentu bisa mengungguli seseorang dari keluarga miskin, putus sekolah, anak petani kecil dan pernah kerja kasar.

Semoga kiat sederhana ini berguna bagi kita semua.

Rabu, 07 Januari 2015

Alasan steve jobs melarang anaknya bermain Gadget

Kenapa Steve Jobs Larang Anaknya Bermain Gadget (Ipad) Temuannya?

Wahyu Triasmara
19 Dec 2014 | 20:38
1418996163620400310
Sumber: nextshark.com images

Saya barangkali boleh berbangga pernah hidup di era tahun 80-90 an dimana ketika itu belum ada gadget canggih seperti sekarang ini. kala itu orang tak disibukkan sendiri-sendiri dengan gadget yang ia pegang/miliki, sementara anak-anak masih bermain berbagai permainan tradisional yang populer dijaman itu.Gencarnya perkembangan tekhnologi gadget saat ini ternyata sudah disadari dampak negatifnya oleh Steve jobs sendiri. Secara komersial dia memang menginginkan semua orang memiliki gadget ciptaannya. Namun disisi lain justru dia tak ingin anak-anaknya menggunakan gadget yang ia ciptakan dirumah mereka sendiri.Jangan bayangkan bahwa rumah steve jobs akan dipenuhi dengan piranti2 canggih buatan apple. Tap sebaliknya bahkan di kamar anak steve jobs sendiri tak ditemukan perangkat elektronik canggih yang bisa digunakan oleh anak mereka.

Alasan steve jobs cukup sederhana, karena dia tidak ingin kehilangan waktu bermain bersama anak mereka. ketika anak sudah asyik bermain gadget dia khawatir anak mereka tidak lagi peduli dengan lingkungan dan sesama. Dia juga khawatir anak-anaknya kehilangan masa kecil mereka.

Tak hanya Jobs yang membatasi penggunaan gadget pada anak-anak mereka. Beberapa insinyur dan eksekutif dari Apple, eBay, Google, Hewlett-Packard dan Yahoo pun mengikuti jobs dengan mengirim anak-anak mereka ke sekolah dasar Waldorf di Los Altos, California., Di mana di sekolahan tersebut anda tidak akan menemukan satu komputer atau layar apapun disana.

Mereka para eksekutif perusahaan internet dan teknologi terbesar itu memilik kekuatiran dan berpikir bahwa teknologi dapat mengganggu kreativitas dan perkembangan otak anak, menurut mereka seharusnya anak-anak diusia itu sedang getol-getolnya belajar melalui praktek langsung dengan tangan, berinteraksi sosial antar manusia-ke-manusia.

Siswa di sekolah waldorf ini juga mendapatkan pelajaran matematika, menggambar dan keterampilan pemecahan masalah hingga kursus merajut. Mereka tidak diperkenankan memecahkan masalah melalui program komputer. Sebaliknya untuk hal-hal kecil seperti cara memotong kue yang benar pun juga diajarkan dan dipraktekan secara langsung.

Apakah anda cukup terkejut dengan ini ? terkejut karena yang terjadi pada anak-anak steve jobs sang penemu ipad ternyata bertolak belakang dengan anak-anak anda yang hari ini sedari kecil sudah dibiasakan asyik bermain dengan gadget canggih mereka? apakah kekuatiran anda sama dengan Jobs? mari direnungkan jangan sampai apa yang dikuatirkan oleh steve Jobs dan para CEO perusahaan besar teknologi dunia itu terjadi pada anak-anak kita dirumah.

Sumber tulisan:

- http://blog.sfgate.com/sfmoms/2014/09/15/steve-jobs-didnt-let-his-kids-use-ipads/
- http://nextshark.com/why-steve-jobs-didnt-let-his-kids-use-ipads-and-why-you-shouldnt-either/Salam,dr. Wahyu triasmara

About Kompasiana Tata Tertib FAQ View Full Site
© 2013 Kompasiana, PT. Kompas Cyber Media